Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

DPRD Pastikan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu Masuk Prioritas Pemprov Kalteng

DPRD Pastikan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu Masuk Prioritas Pemprov Kalteng
Komisi IV DPRD Kalteng saat meninjau ruas Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu (Foto: Ist)

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Upaya membuka keterisolasian wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendapat perhatian DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Komisi IV DPRD Kalteng memastikan pembangunan ruas Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu tetap menjadi salah satu program prioritas setelah status jalan tersebut resmi menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar pada APBD 2026 untuk memulai penanganan infrastruktur di ruas tersebut. Dana itu akan digunakan membangun lima unit box culvert sebagai bagian dari tahapan awal peningkatan jalan.

“Tahun ini pemerintah sudah mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk pembangunan lima unit box culvert. Ini merupakan langkah awal sebelum penanganan jalan dilakukan secara bertahap,” kata Abdul Hafid usai rapat kerja Komisi IV bersama Dinas PUPR Kalteng.

Menurut Hafid, pembangunan box culvert menjadi pekerjaan yang mendesak karena akan memperbaiki sistem drainase sekaligus menjaga ketahanan konstruksi jalan. Dengan infrastruktur pendukung yang memadai, proses peningkatan badan jalan pada tahap berikutnya dapat berjalan lebih efektif dan memiliki umur layanan yang lebih panjang.

Ia menjelaskan, Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu memiliki fungsi vital sebagai jalur penghubung menuju kawasan perbatasan Kabupaten Katingan. Selain melayani mobilitas warga di Kecamatan Cempaga, Seranau, dan Pulau Hanaut, ruas tersebut juga menjadi akses distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan masyarakat.

“Kalau akses jalannya semakin baik, tentu biaya transportasi masyarakat bisa ditekan dan distribusi hasil produksi akan lebih lancar. Dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Kalteng, lanjut Hafid, akan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana, baik dari sisi pelaksanaan maupun penganggaran. DPRD juga mendorong pemerintah provinsi menyiapkan program lanjutan sehingga pembangunan tidak berhenti pada pekerjaan awal semata.

“Kami ingin pembangunan jalan ini dilakukan secara berkesinambungan. Infrastruktur yang baik bukan hanya memperlancar konektivitas, tetapi juga membuka peluang investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan,” tegas Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur tersebut.

Ia berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus terjaga sehingga penanganan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu dapat diselesaikan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah selatan Kalimantan Tengah. (mnc-neha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *