MAHARATINEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menekan gas reformasi birokrasi dengan mendorong transformasi tata kelola kepegawaian yang modern, terukur, dan berbasis sistem. Pesan tegas itu ia sampaikan saat memimpin Apel Besar ASN sebagai penanda arah kerja aparatur sepanjang 2026, di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (5/1/2026).
Fairid menegaskan birokrasi tak lagi bisa berjalan manual dan terfragmentasi. Ia meminta seluruh urusan pemerintahan terhubung dalam sistem terintegrasi yang menjamin transparansi dan akuntabilitas. “Kita masuk era kerja berbasis sistem. Semua proses harus terlacak, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga menempatkan manajemen talenta sebagai kunci pembenahan kepegawaian. Fairid meminta promosi, rotasi, dan pengembangan karier ASN bertumpu pada kualifikasi, kompetensi, serta kinerja terukur, bukan faktor nonprofesional. Menurutnya, peta talenta yang akurat akan mempercepat penempatan orang yang tepat di posisi yang tepat. “Kinerja menentukan karier. Kita harus objektif,” tegasnya.
Fairid mengingatkan sumpah jabatan bukan formalitas. Ia meminta ASN menghidupkan janji tersebut dalam etos kerja dan kualitas layanan publik. “Sumpah itu kepada Tuhan dan negara. Esensi tugas kita, apa pun jabatannya, adalah melayani warga,” katanya.
Lebih lanjut, Fairid mendorong peningkatan kompetensi berkelanjutan melalui pelatihan, literasi digital, dan penguatan etika pelayanan. Ia meminta pimpinan perangkat daerah mengawal disiplin dan memberi teladan, sekaligus mengukur capaian kinerja secara berkala.
“Target harus jelas, indikator harus terukur, evaluasi harus rutin,” ujarnya.
Menutup amanat, Fairid mengajak ASN membangun soliditas lintas perangkat daerah agar setiap kebijakan berdampak nyata. “Kalau sistem rapi, talenta tepat, dan integritas terjaga, manfaat kebijakan akan dirasakan warga Palangka Raya,” pungkasnya. (mnc-lesta)

