MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami belasan warga di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kecamatan Jekan Raya.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, memastikan penanganan medis dan penelusuran awal langsung dilakukan sejak laporan diterima.
Arbert menyampaikan, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah turun langsung ke fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi warga yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait kronologi kejadian.
“Kepala Dinas Kesehatan bersama tim sudah turun ke rumah sakit untuk memastikan kondisi pasien dan memantau perkembangan kesehatannya,” ujar Arbert, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, Pemko Palangka Raya memfasilitasi kelancaran program MBG dan memastikan layanan kesehatan bekerja cepat saat terjadi insiden. Pemerintah daerah, kata Arbert, tidak berada pada posisi pengawas teknis dapur penyedia, namun tetap mendorong perbaikan tata kelola agar program berjalan aman.
“Kami memfasilitasi agar program ini berjalan tepat sasaran. Ketika muncul kejadian, kami pastikan respons cepat tanpa menyalahkan pihak mana pun,” tegasnya.
Pemko melalui Dinas Kesehatan juga meminta klarifikasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pengelola dapur penyedia makanan. Koordinasi ini dilakukan untuk menelusuri proses pengolahan dan distribusi makanan guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami meminta Dinas Kesehatan mengonfirmasi alur penyediaan dan distribusi makanan. Tujuannya pencegahan, bukan mencari kambing hitam,” kata Arbert.
Ketua Posyandu Harum Manis, Isnaniyah, melaporkan 16 warga mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG berupa telur mata sapi asam manis, tumis sayur, tempe, dan buah melon. Empat orang sempat menjalani perawatan medis.
“Yang dirawat terdiri dari satu balita, satu anak usia tujuh tahun, satu ibu menyusui, dan satu ibu hamil,” ucap Isnaniyah.
Hingga Jumat sore, seluruh pasien dilaporkan membaik. Pemko Palangka Raya menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (mnc-lesta)

