MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menutup sementara akses jalan layang (file slab) Kilometer 7 ruas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama setelah ditemukan kerusakan pada struktur lantai jembatan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan bermuatan berat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah, Juni Gultom, mengatakan penutupan dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan cepat tanpa membahayakan masyarakat.
“Kerusakan terjadi pada slab lantai jembatan sehingga harus segera ditangani. Demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan, akses sementara kami tutup selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Juni Gultom, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, penanganan dilakukan menggunakan metode grouting beton, yakni teknik pengisian beton khusus untuk memperkuat struktur yang mengalami keretakan sehingga kekuatannya dapat kembali mendekati kondisi semula.
Menurutnya, proses perbaikan ditargetkan selesai dalam beberapa hari sehingga ruas tersebut dapat segera difungsikan kembali.
Meski penyebab pasti kerusakan masih dalam tahap evaluasi, Juni menduga beban kendaraan yang melintas melebihi kapasitas menjadi salah satu faktor utama yang memicu kerusakan struktur jalan layang tersebut.
“Secara pasti masih kami kaji. Namun indikasi di lapangan mengarah pada beban kendaraan yang overload. Ke depan kami akan menyiapkan pembatasan muatan di ruas jalan provinsi maupun kabupaten agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif. Pengguna jalan dari Pangkalan Bun menuju Lamandau maupun sebaliknya diarahkan melalui Simpang Runtu. Sementara masyarakat yang akan menuju Kabupaten Sukamara juga disarankan melewati Lamandau sebelum melanjutkan perjalanan ke Sukamara. Adapun pengguna jalan menuju Kotawaringin Lama dapat memilih rute memutar melalui jalur Lamandau sesuai kondisi perjalanan.
Juni mengakui penutupan akses tersebut memang berdampak pada waktu tempuh masyarakat. Namun langkah itu dinilai jauh lebih penting demi menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi jalan layang yang mengalami retak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Polres Kotawaringin Barat, serta Dinas Perhubungan yang telah membantu pengaturan arus lalu lintas dan mendukung percepatan penanganan kerusakan.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini. Penutupan dilakukan semata-mata untuk keselamatan bersama. Setelah perbaikan selesai dan struktur dinyatakan aman, jalan akan segera dibuka kembali,” tegasnya. (mnc-red)

