MAHARATINEWS, Palangka Raya — Kondisi infrastruktur jalan di Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga sulit dilalui masyarakat, terutama di beberapa wilayah yang jauh dari pusat kota. Keterbatasan anggaran disebut menjadi salah satu penyebab utama lambatnya penanganan perbaikan jalan tersebut sepanjang tahun 2026.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, mengatakan, “Berarti belum tahu, cuma yang jelas kemarin itu karena balai mengeluh adanya pengurangan anggaran akibat efisiensi. Makanya perbaikan jalan kita sangat terbatas di 2026 kemarin.”
Ia menjelaskan, berbagai keluhan masyarakat terus bermunculan, khususnya dari daerah yang mengalami kerusakan jalan cukup parah. Bahkan, beberapa ruas jalan dilaporkan tidak bisa dilewati kendaraan.
“Itu yang ramai di daerah, ada jalan yang rusak dan tidak bisa dilewati oleh masyarakat, sehingga keluhannya terus disampaikan,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Sirajul menambahkan, pihak DPRD telah menerima audiensi dari masyarakat yang terdampak. Bersama pimpinan dan Komisi IV, mereka menggelar rapat dengar pendapat untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. “Mereka meminta agar jalan mereka diperhatikan dan segera diperbaiki. Itu yang menjadi harapan masyarakat saat audiensi,” katanya.
Ia juga menyinggung beberapa wilayah seperti Tumbang Samba dan daerah sekitarnya yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, panjangnya ruas jalan di Kalimantan Tengah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan dan peningkatan infrastruktur.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi upaya pemerintah di tengah keterbatasan yang ada. “Kita memahami kondisi saat ini, ruas jalan kita sangat panjang dan perlu perhatian. Tapi kendala utama memang pada anggaran yang terbatas akibat efisiensi,” tegasnya.
Sirajul berharap pemerintah dapat mencari solusi agar alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan bisa ditingkatkan ke depan. Dengan demikian, perbaikan jalan dapat dilakukan secara merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (mnc-neha)

