MAHARATINEWS, Palangka Raya — Kunjungan kerja DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ke Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadi langkah strategis dalam memperkuat penyusunan regulasi kearsipan daerah. Kegiatan tersebut bertujuan menggali referensi dan praktik terbaik terkait pengelolaan arsip yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sugiyarto, menyampaikan bahwa daerah di Pulau Jawa memiliki sistem pengarsipan yang lebih maju dan terstruktur. “Kami datang ke Jogja untuk menggali pembelajaran, terutama terkait arsip yang memiliki nilai sejarah dan bagaimana itu bisa dijaga dengan baik,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah contoh menarik ditemukan, seperti arsip sejarah rumah sakit yang sudah ada sejak zaman Belanda hingga dokumentasi transportasi umum masa lampau. “Di sana ada catatan tentang angkutan bus sejak zaman Jepang, bahkan sudah menjadi bagian dari pembelajaran sejarah,” katanya.
Sugiyarto menilai Kalimantan Tengah juga memiliki potensi besar dalam hal kearifan lokal yang bisa diarsipkan, salah satunya transportasi air. “Dulu ada bus air yang menghubungkan Banjarmasin dan Palangka Raya, tapi kalau tidak kita arsipkan, generasi mendatang tidak akan tahu,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi teknik pengawetan arsip di Jawa Tengah yang mampu mempertahankan dokumen lama tetap utuh. “Ada manuskrip dan koran zaman Belanda yang masih asli, meski hanya bisa dilihat dalam bentuk dokumentasi karena sudah diawetkan dengan teknologi khusus,” jelasnya.
Hasil kunjungan kerja tersebut, lanjut Sugiyarto, akan menjadi bahan dalam penyusunan peraturan gubernur tentang kearsipan. “Ini akan memperkaya substansi pergub kita, meskipun saat ini masih dalam tahap proses,” ujarnya.
Ia berharap upaya ini menjadi langkah awal bagi Kalimantan Tengah untuk lebih serius menjaga arsip sejarah daerah. “Yang penting kita mulai dulu, agar nantinya generasi mendatang tetap bisa mengenal sejarah daerahnya,” tutupnya. (mnc-neha)

