MAHARATINEWS, Palangka Raya — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida Kalimantan Tengah menghasilkan sejumlah keputusan penting yang berdampak pada arah kebijakan perusahaan ke depan. Pemerintah Kota Palangka Raya turut ambil bagian dalam rapat tersebut dan memastikan seluruh agenda berjalan dengan lancar serta tanpa hambatan berarti.
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menegaskan bahwa pihaknya mengikuti seluruh proses pembahasan dengan baik dan tidak menemui persoalan yang signifikan. Ia menyebut hasil rapat mencerminkan kesepakatan bersama para pemegang saham dalam menentukan langkah strategis perusahaan. “Untuk Pemko Palangka Raya tidak ada masalah, kita mengikuti saja jalannya rapat,” ujarnya, Jum’at (26/6/2026).
Dalam RUPS tersebut, pembahasan mengenai pembagian dividen menjadi poin utama yang disepakati. Arbert mengungkapkan bahwa para pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 45 persen. Menurutnya, keputusan ini menjadi hal paling mendasar dalam rapat tersebut karena berkaitan langsung dengan hak pemegang saham.
Selain itu, ia memastikan bahwa tidak ada perubahan terkait penyertaan modal dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Nilai investasi tetap berada di angka Rp3 miliar, sama seperti daerah lain di Kalimantan Tengah, kecuali Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang memiliki penyertaan modal lebih besar. “Kita tetap konsisten di Rp3 miliar, tidak ada penambahan,” jelasnya.
Terkait dividen, Arbert menyampaikan bahwa pembagian akan dilakukan pada tahun ini untuk tahun buku 2025, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan persentase kepemilikan saham. Ia menambahkan bahwa nominal pasti masih dalam proses perhitungan dan belum diumumkan secara resmi.
Lebih lanjut, ia menyebut pembagian dividen merupakan agenda rutin tahunan selama perusahaan mencatatkan kinerja yang stabil. Ia pun berharap Jamkrida Kalteng dapat terus meningkatkan kapasitas layanan, khususnya dalam mendukung perlindungan kredit bagi pelaku UMKM di Palangka Raya.
“Harapan kita Jamkrida semakin berkembang, memberikan layanan yang lebih luas, dan tetap menjadi perusahaan penjaminan yang sehat,” pungkasnya. (mnc-neha)

